-
Definisi variabel penelitian
Menurut Y.W Best yang disebut variabel penelitian adalah
kondisi-kondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti dimanupulasikan, dikontrol atau dioservasi
dalam suatu penelitian. Sedang Direktorat Pendidikan Tinggii Depdikbud
menjelaskan bahwa yang dimaksud variabel penelitian adalah segala sesuatu yang
akan menjadi objek pengamatan penelitian. Dari kedua pengerian tersebut
dapatlah dijelaskan bahwa variabel penelitian itu meliputi faktor-faktor yang
berperan dalam peristiwa atau gejala yang kan diteliti.
Apa yang merupakan variabel dalam sesuatu penelitian ditentikan
oleh landasan teoritisnya, dan ditegaskan oleh hipotesis penelitian. Karena itu
apabila landasan teoritisnya berbeda, variabel-variebel penelitiannya juga akan
berbeda. Jumlah variabel yang dijadikan objek pengamatan akan ditentukan oleh
sofistikasi rancangan penelitiannya. Makin sederhana sesuatu rancangan
penelitian, akan melibatkan variabel-variabel yang makin sedikit jumlahnya, dan
sebaliknya.
-
Jenis-jenis variabel dan contohnya
Menurut Sugiyono
(2009) hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain, maka
macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi :
1. Variabel
Independen : variabel ini
sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent. Dalam bahasa
Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah
merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau
timbulnya variabel dependen (terikat),
2. Variabel Dependen : sering disebut sebagai variabel output,
criteria, konsekuen. Dalam bahasan Indonesia sering disebut sebagai variabel
terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas.
3. Variabel
Moderator : adalah
variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara
variabel independent dengan dependen. Variabel ini disebut juga sebagai variabel
independent kedua. Hubungan perilaku suami dan istri akan semakin baik (kuat)
kalau mempunyai anak, dan akan semakin renggang kalau ada pihak ketiga ikut
mencampuri. Di sini anak adalah variabel moderator yang memperkuat hubungan dan
pihak ketiga adalah sebagai variabel moderator yang memperlemah hubungan.
Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan guru
dalam menciptakan iklim belajar sangat baik dan hubungan semakin rendah bila
peranan guru kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.
4. Variabel
Intervening : Variabel
intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara
variabel independen dengan dependen, tetapi tidak dapat diamati dan diukur.
Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak diantara variabel
independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung
mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen, dan
5. Variabel Kontrol : adalah variabel yang dikendalikan atau
dibuat konstan sehingga hubungan variabel independent terhadap dependen tidak
dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel Kontrol sering
digunakan oleh peneliti bila akan melakukan penelitian yang bersifat
membandingkan melalui penelitian eksperimen. Untuk dapat menentukan kedudukan
variabel independen, dependen, moderator, intervening atau variabel yang lain,
hrus dilihat konteksnya dengan dilandasi konsep teoritis yang mendasari maupun
hasil dari pengamatan empiris di tempat penelitian.Sebelum peneliti memilih
variabel apa yang akan diteliti, maka terlebih dahulu perlu melakukan kajian
teoritis dan melakukan studi pendahuluan pada objek yang diteliti.
-
Jenis-jenis skala pengukuran, pengertian dan contohnya
Untuk
mengukur suatu variabel dalam rumusan masalah penelitian, dibutuhkan skala
pengukuran.
Macam-macam
skala pengukuran :
Skala nominal
Yaitu ukuran paling sederhana , dimana angka dalam objek
mempunyai arti sebagai label dan tidak menunjukkan tingkatan
Yaitu
suatu skala yang berfungsi untuk
mengelompokan data, tetapi tidak memiliki arti.
Contoh :
jenis kelamin diberi skala
1.
Pria
2.
Wanita
Angka
2 untuk wanita bukan berarti
lebih baik / besar dari
angka 1 bagi pria.
Skala interval
Yaitu skala pemberian angka pada klasifikasi atau
kategori dari objek yang mempunyai sifat ukuran ordinal, ditambah satu sifat
lain yaitu jarak atau interval yang sama dan merupakan ciri dari objek yang
diukur.
Yaitu
skala yang memiliki nilai dengan jarak sama.
Contoh :
kepuasan seseorang terhadap pelayanan suatu jasa dapat diberi skala interval
1-2-3-4-5. Dimana nilai
1: sangat
tidak puas
2: tidak
puas
3: biasa
4: puas
5: sangat
puas
Skala ratio
Yaitu
skala yang dapat memberi arti perbandingan/perkalian.
Contoh :
berat badan Karina 40 kg
berat badan Rony 60 kg
Ratio berat Rony 3/2 x berat Karina.
Jadi nilai
3/2 memiliki arti.
Skala ordinal
Yaitu
skala yang memberi arti prioritas/peringkat/ranking.
Contoh :
Urutkan pilihan anda dengan memberi
angka 1-3.
1 berarti
dibutuhkan, 2 biasa, 3 tidak dibutuhkan.
Benda :
….kosmetik/asesoris
…..buku/artikel
…..ticket traveling
Setiap
orang akan memiliki prioritas berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar