Kamis, 19 Juli 2012

POPULASI DAN SAMPEL


Pengertian populasi, sampel, teknik penarikan sampel (sampling), tipe-tipe sampling.

Pengertian populasi dan sampel
Populasi adalah sesuatu hal yang dijadikan sebagai unit analisis penelitian Populasi bisa berupa kumpulan manusia atau benda
Sampel adalah sebagian dari populasi
Sampel adalah sebagian dari populasi. Artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi. Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur yang akan kita teliti. Penelitian yang dilakukan atas seluruh elemen dinamakan sensus. Idealnya, agar hasil penelitiannya lebih bisa dipercaya, seorang peneliti harus melakukan sensus. Namun karena sesuatu hal peneliti bisa tidak meneliti keseluruhan elemen tadi, maka yang bisa dilakukannya adalah meneliti sebagian dari keseluruhan elemen atau unsur tadi.


Teknik penarikan sampel (sampling)
       Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu, sampel acak atau random sampling / probability sampling, dan sampel tidak acak atau nonrandom samping/nonprobability sampling.
·         Random sampling adalah cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Artinya jika elemen populasinya ada 100 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi sampel.
·         Nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. Lima elemen populasi dipilih sebagai sampel karena letaknya dekat dengan rumah peneliti, sedangkan yang lainnya, karena jauh, tidak dipilih; artinya kemungkinannya 0 (nol).

Dua jenis teknik pengambilan sampel di atas mempunyai tujuan yang berbeda. Jika peneliti ingin hasil penelitiannya bisa dijadikan ukuran untuk mengestimasikan populasi, atau istilahnya adalah melakukan generalisasi maka seharusnya sampel representatif dan diambil secara acak. Namun jika peneliti tidak mempunyai kemauan melakukan generalisasi hasil penelitian maka sampel bisa diambil secara tidak acak. Sampel tidak acak biasanya juga diambil jika peneliti tidak mempunyai data pasti tentang ukuran populasi dan informasi lengkap tentang setiap elemen populasi.
Contohnya, jika yang diteliti populasinya adalah konsumen teh botol, kemungkinan besar peneliti tidak mengetahui dengan pasti berapa jumlah konsumennya, dan juga karakteristik konsumen. Karena dia tidak mengetahui ukuran pupulasi yang tepat, bisakah dia mengatakan bahwa 200 konsumen sebagai sampel dikatakan “representatif”?. Kemudian, bisakah peneliti  memilih sampel secara acak, jika tidak ada informasi yang cukup lengkap tentang diri konsumen?.
Dalam situasi yang demikian, pengambilan sampel dengan cara acak tidak dimungkinkan, maka tidak ada pilihan lain kecuali sampel diambil dengan cara tidak acak atau nonprobability sampling, namun dengan konsekuensi hasil penelitiannya tersebut tidak bisa digeneralisasikan. Jika ternyata dari 200 konsumen teh botol tadi merasa kurang puas, maka peneliti tidak bisa mengatakan bahwa sebagian besar konsumen teh botol merasa kurang puas terhadap the botol.
Di setiap jenis teknik pemilihan tersebut, terdapat beberapa teknik yang lebih spesifik lagi.
Pada sampel acak (random sampling) dikenal dengan istilah
·         simple random sampling,
·         stratified random sampling,
·         cluster sampling,
·         systematic sampling, dan
·         area sampling.
Pada nonprobability sampling dikenal beberapa teknik, antara lain adalah
·         convenience sampling,
·         purposive sampling,
·         quota sampling,
·         snowball sampling


Kerangka Sampling
Daftar yang berisikan informasi dari setiap unsur dalam populasi
Misalnya : Populasi adalah ibu rumah tangga di Kecamatan Ciumbuleuit. Di dalam kerangka sampling harus ada daftar dari Seluruh nama ibu rumah tangga  penduduk kecamatan Ciumbuleuit dan alamatnya
Langkah-langkah :
  1. Susun kerangka sampling
  2. Tetapkan jumlah sampel
  3. Tentukan alat pengambilan sampel
  4. Pilih sampel sampai dengan jumlah sampel terpenuhi

Tipe-tipe Sampling

a. Sampling Peluang (Probabilistic Sampling)
Pada saat pemilihan satuan sampling melibatkan unsur peluang untuk terpilih.
·         Sampling Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
·          Sampling dengan Strafikasi (Stratified Random Sampling)
·         Sampling Sistematik (Systematic Sampling)
·         Klaster Sampling (Cluster Sampling)

b. Sampling Non Peluang (Non Probabilistic Sampling)
Dalam proses pemilihan satuan sampling tidak melibatkan peluangnya. Pada sampling ini analisis statistika inferensial tidak dapat digunakan.
Beberapa sampling non peluang :
·         Sampling Sukarela (Voluntary Sampling). Satuan sampling diperoleh secara sukarela, contohnya dibidang kedokteran.
·         Sampling Seadanya (Accidental Sampling / Haphazard Sampling). Sampling ini satuan samplingnya diperoleh secara sembarangan, contohnya penelitian dibidang arkeologi.
·         Purposive Sampling (Judgement Sampling / Expert Choice). Dalam sampling ini pemilihan satuan sampling dilakukan atas dasar pertimbangan pakar Contohnya : untuk menyusun Indeks Biaya Hidup terkait dengan biaya makan untuk sehari, biaya listrik bulanan, dll.
·         Snowball Sampling. Untuk penelitian penyakit kelamin satuan samplingnya WTS. Jika ditemukan orang pertama menderita penyakit kelamin, kemudian ditanyakan nama yang lainnya.
·         Quota Sampling. Tipe sampling ini banyak digunakan dalam marketing research dan dalam polling pendapat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar