| Wisuda ke-52 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang |
Saya
adalah seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan Gereja, tepatnya adalah
Gereja Bala Keselamatan, kedua orang tua saya adalah opsir (pendeta) Bala
Keselamatan. Sehingga beberapa kali saya harus mengikuti orang tua yang
berpindah-pindah dari satu tempat pelayanan ke tempat pelayanan lain, dari kota
besar ke desa, dari pesisir pantai hingga di gunung. Terhitung hingga saat ini
(2015) sudah 15 kali saya harus mengikuti orang tua pindah.
April
2006, kala itu orang tua saya mendapat mutasi dari kota yang cukup besar di
Sumatera
Utara yakni Pematangsiantar ke Pulau Nias. Dan itu membuat saya harus
ikut bersama kedua orang tua saya. Singkat cerita, ketika itu saya baru kelas 1
SMP jadi bisa dibayangkan saat di usia yang baru menginjak 12 tahun, emosi dan
pergaulan yang masih sangat labil, dan karena orang tua bertugas di desa yang
harus berjalan kaki selama 5 jam, tidak ada listrik, akses jalan untuk
kendaraan bermotor dan jauh dari sekolah, maka saya harus bersekolah di kota.
Saat itu mau tidak mau, kehidupan sebagai anak kost harus saya jalani. Semua
hal yang baru harus saya lakukan. Mulai dari masak sendiri, mencuci pakaian
sendiri, belajar sendiri semua dilakukan sendiri. Sebagai seorang anak yang
saat itu baru berusia 12 tahun, itu merupakan hal yang berat. Namun saya selalu
mengingat kata-kata mama saya: “Papa mama
jauh, papa mama harus pergi untuk melayani Tuhan, papa mama tidak bisa bersama
kamu setiap waktu. Namun Tuhan Yesus yang akan menjaga dan menolong kamu”.
Hal ini yang selalu terngiang-ngiang didalam pikiran saya disaat saya merasa
sedih dan sendiri.
3
tahun kemudian, ketika itu tahun 2009, orang tua saya dimutasi ke Jawa tepatnya
di daerah Jombang, saya pun mengikuti orang tua. Kala itu saya duduk di kelas 1
SMA, karena beberapa hal, saya tidak bisa masuk disekolah yang ada disana,
sehingga saya harus bersekolah di Kota Surabaya. Hal yang sama harus saya
lalui, saya harus kost dan tinggal sendiri di kota besar, kota yang sangat
keras, kota yang baru saya kenal, hal itu saya jalani selama 3 tahun.
Tahun
2011 saya lulus SMA, dan saya masuk ke salah satu perguruan tinggi di Kota
Malang. Hal yang sama harus saya jalani, saya harus kost dan tinggal jauh dari
orang tua. Namun yang membedakan adalah saya harus bekerja untuk dapat membeli
buku-buku yang harganya cukup mahal untuk menunjang perkuliahan saya. Di kampus,
saya dipercaya sebagai asisten yang bertugas mengajar praktikum untuk beberapa
mata kuliah. Kuliah merupakan kesempatan ‘emas’ buat saya, sehingga sedari
masuk, saya sudah berkomitmen agar saya bisa selesai 3.5 tahun.
Masa-masa
kuliah merupakan masa-masa dimana luar biasa Tuhan berkarya didalam hidup saya.
Banyak hal yang luar biasa Tuhan nyatakan didalam kehidupan saya, merasa
kekurangan namun Tuhan selalu cukupkan dalam segala hal, merasa tidak mampu
namun lagi-lagi Tuhan yang memampukan dan menolong. September 2012 orang tua
saya mendapatkan mutasi pelayanan didaerah Malang Selatan, sehingga hal ini
memungkinkan saya untuk pulang setiap minggu. Setiap minggu saya melayani
sebagai Pianis dan Guru Sekolah Minggu. Sedari kecil saya sudah diperkenalkan
dengan arti pelayanan yang sebenarnya. Saya selalu mengingat akan satu hal “Segala sesuatu yang ada pada kita saat ini,
adalah dari Tuhan dan milik Tuhan, oleh karena itu lakukanlah segala sesuatu
untuk Tuhan, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Hal ini yang
selalu saya ingat, bahwa tidak ada hal yang sia-sia ketika kita melayani Tuhan.
“Diberkatilah
orang yang mengandalkan Tuhan, dan yang menaruh harapannya pada Tuhan” Yeremia
17:7
3.5
Tahun saya duduk di jenjang perkuliahan, tanggal 28 Maret 2015, tangan yang
berdoa, lutut yang bertelut dan mata yang menangis meminta segala sesuatunya
agar Tuhan cukupkan akhirnya Tuhan jawab. Saya boleh diwisuda dengan Gelar
Sarjana Komputer. Saya boleh diwisuda dengan predikat “summa cum laude” dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang
nyaris sempurna, yakni 3.96. Hal ini menjadikan saya sebagai Wisudawan Terbaik.
Banyak wartawan baik dari media cetak dan elektronik mewawancarai saya, dan hal
mengenai kebaikan Tuhan yang boleh saya saksikan pada mereka.
Keberhasilan itu datangnya dari Tuhan,
Bukan kehebatan atau kegagahan saya
Melainkan semata-mata hanyalah kemurahan
Tuhan dalam hidup saya
Maksud
Tuhan itu luar biasa, tahun 2006 hingga 2015 saya selalu bertanya mengapa 9 tahun
saya harus kost, mengapa saya selalu tinggal jauh dari orang tua. Sebagai
seorang anak, tentunya kehadiran orang tua di setiap waktu merupakan dambaan
didalam hati. Kadang saya sering berpikir kapan saya bisa duduk bersama mama
saat malam hari saya belajar, kadang saya berpikir kapan saya bisa diantar oleh
papa berangkat ke sekolah. Kadang saya berpikir kapan saya bisa berdoa bersama
papa dan mama sebelum saya berangkat sekolah. Ternyata semuanya Tuhan jawab
indah pada waktunya. Mungkin kalau saya tidak kost ataupun jauh dengan orang
tua. Mungkin saya akan tumbuh menjadi anak yang manja. Namun Tuhan itu dahsyat,
Tuhan itu luar biasa baik. Tuhan selalu ada untuk menolong dan memampukan kita.
Sebagai
seorang anak opsir (pendeta) didalam Gereja Bala Keselamatan, saya merasa bahwa
panggilan itu bukan hanya dialami oleh kedua orang tua saya, namun saya boleh
merasakan bahwa panggilan Tuhan boleh ada didalam diri saya. Sehingga sampai
saat ini, diusia 22 tahun tidak pernah Tuhan mempermainkan iman saya. Tuhan itu
baik bahkan sangat teramat baik ! Semua akan indah pada waktunya.
Kiranya
boleh menjadi berkat, Tuhan Yesus Memberkati.
Turen, 16 Juni 2015
Arisman Edward Gulo, S.Kom
Guru Sekolah Minggu – Korps Talok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar