Sabtu, 06 Juni 2015

RANCANGAN TUHAN SUNGGUH INDAH !

Wisuda ke-52 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
       Saya adalah seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan Gereja, tepatnya adalah Gereja Bala Keselamatan, kedua orang tua saya adalah opsir (pendeta) Bala Keselamatan. Sehingga beberapa kali saya harus mengikuti orang tua yang berpindah-pindah dari satu tempat pelayanan ke tempat pelayanan lain, dari kota besar ke desa, dari pesisir pantai hingga di gunung. Terhitung hingga saat ini (2015) sudah 15 kali saya harus mengikuti orang tua pindah.
       April 2006, kala itu orang tua saya mendapat mutasi dari kota yang cukup besar di Sumatera
Utara yakni Pematangsiantar ke Pulau Nias. Dan itu membuat saya harus ikut bersama kedua orang tua saya. Singkat cerita, ketika itu saya baru kelas 1 SMP jadi bisa dibayangkan saat di usia yang baru menginjak 12 tahun, emosi dan pergaulan yang masih sangat labil, dan karena orang tua bertugas di desa yang harus berjalan kaki selama 5 jam, tidak ada listrik, akses jalan untuk kendaraan bermotor dan jauh dari sekolah, maka saya harus bersekolah di kota. Saat itu mau tidak mau, kehidupan sebagai anak kost harus saya jalani. Semua hal yang baru harus saya lakukan. Mulai dari masak sendiri, mencuci pakaian sendiri, belajar sendiri semua dilakukan sendiri. Sebagai seorang anak yang saat itu baru berusia 12 tahun, itu merupakan hal yang berat. Namun saya selalu mengingat kata-kata mama saya: “Papa mama jauh, papa mama harus pergi untuk melayani Tuhan, papa mama tidak bisa bersama kamu setiap waktu. Namun Tuhan Yesus yang akan menjaga dan menolong kamu”. Hal ini yang selalu terngiang-ngiang didalam pikiran saya disaat saya merasa sedih dan sendiri.
       3 tahun kemudian, ketika itu tahun 2009, orang tua saya dimutasi ke Jawa tepatnya di daerah Jombang, saya pun mengikuti orang tua. Kala itu saya duduk di kelas 1 SMA, karena beberapa hal, saya tidak bisa masuk disekolah yang ada disana, sehingga saya harus bersekolah di Kota Surabaya. Hal yang sama harus saya lalui, saya harus kost dan tinggal sendiri di kota besar, kota yang sangat keras, kota yang baru saya kenal, hal itu saya jalani selama 3 tahun.
       Tahun 2011 saya lulus SMA, dan saya masuk ke salah satu perguruan tinggi di Kota Malang. Hal yang sama harus saya jalani, saya harus kost dan tinggal jauh dari orang tua. Namun yang membedakan adalah saya harus bekerja untuk dapat membeli buku-buku yang harganya cukup mahal untuk menunjang perkuliahan saya. Di kampus, saya dipercaya sebagai asisten yang bertugas mengajar praktikum untuk beberapa mata kuliah. Kuliah merupakan kesempatan ‘emas’ buat saya, sehingga sedari masuk, saya sudah berkomitmen agar saya bisa selesai 3.5 tahun.
       Masa-masa kuliah merupakan masa-masa dimana luar biasa Tuhan berkarya didalam hidup saya. Banyak hal yang luar biasa Tuhan nyatakan didalam kehidupan saya, merasa kekurangan namun Tuhan selalu cukupkan dalam segala hal, merasa tidak mampu namun lagi-lagi Tuhan yang memampukan dan menolong. September 2012 orang tua saya mendapatkan mutasi pelayanan didaerah Malang Selatan, sehingga hal ini memungkinkan saya untuk pulang setiap minggu. Setiap minggu saya melayani sebagai Pianis dan Guru Sekolah Minggu. Sedari kecil saya sudah diperkenalkan dengan arti pelayanan yang sebenarnya. Saya selalu mengingat akan satu hal “Segala sesuatu yang ada pada kita saat ini, adalah dari Tuhan dan milik Tuhan, oleh karena itu lakukanlah segala sesuatu untuk Tuhan, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Hal ini yang selalu saya ingat, bahwa tidak ada hal yang sia-sia ketika kita melayani Tuhan.
        “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, dan yang menaruh harapannya pada Tuhan” Yeremia 17:7
       3.5 Tahun saya duduk di jenjang perkuliahan, tanggal 28 Maret 2015, tangan yang berdoa, lutut yang bertelut dan mata yang menangis meminta segala sesuatunya agar Tuhan cukupkan akhirnya Tuhan jawab. Saya boleh diwisuda dengan Gelar Sarjana Komputer. Saya boleh diwisuda dengan predikat “summa cum laude” dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang nyaris sempurna, yakni 3.96. Hal ini menjadikan saya sebagai Wisudawan Terbaik. Banyak wartawan baik dari media cetak dan elektronik mewawancarai saya, dan hal mengenai kebaikan Tuhan yang boleh saya saksikan pada mereka.
       Keberhasilan itu datangnya dari Tuhan,
       Bukan kehebatan atau kegagahan saya
       Melainkan semata-mata hanyalah kemurahan Tuhan dalam hidup saya
      
       Maksud Tuhan itu luar biasa, tahun 2006 hingga 2015 saya selalu bertanya mengapa 9 tahun saya harus kost, mengapa saya selalu tinggal jauh dari orang tua. Sebagai seorang anak, tentunya kehadiran orang tua di setiap waktu merupakan dambaan didalam hati. Kadang saya sering berpikir kapan saya bisa duduk bersama mama saat malam hari saya belajar, kadang saya berpikir kapan saya bisa diantar oleh papa berangkat ke sekolah. Kadang saya berpikir kapan saya bisa berdoa bersama papa dan mama sebelum saya berangkat sekolah. Ternyata semuanya Tuhan jawab indah pada waktunya. Mungkin kalau saya tidak kost ataupun jauh dengan orang tua. Mungkin saya akan tumbuh menjadi anak yang manja. Namun Tuhan itu dahsyat, Tuhan itu luar biasa baik. Tuhan selalu ada untuk menolong dan memampukan kita.
       Sebagai seorang anak opsir (pendeta) didalam Gereja Bala Keselamatan, saya merasa bahwa panggilan itu bukan hanya dialami oleh kedua orang tua saya, namun saya boleh merasakan bahwa panggilan Tuhan boleh ada didalam diri saya. Sehingga sampai saat ini, diusia 22 tahun tidak pernah Tuhan mempermainkan iman saya. Tuhan itu baik bahkan sangat teramat baik ! Semua akan indah pada waktunya.
       Kiranya boleh menjadi berkat, Tuhan Yesus Memberkati.

Turen, 16 Juni 2015


Arisman Edward Gulo, S.Kom
Guru Sekolah Minggu – Korps Talok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar